Gladi Bersih ANBK Segera Dimulai di Kukar
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai melaksanakan tahap gladi bersih Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Agenda ini menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan resmi yang dijadwalkan berlangsung beberapa pekan mendatang.
Plt. Sekretaris
Disdikbud Kukar, Pujianto, menyebut gladi bersih menjadi tahapan penting agar
pelaksanaan ANBK berjalan lancar.
“Gladi bersih ini
dilaksanakan berjadwal, bukan serentak di seluruh sekolah, agar setiap satuan
pendidikan dapat lebih siap,” ujarnya, Senin (25/8/2025).
Tahapan ANBK sendiri
dimulai dari sinkronisasi jaringan, gladi bersih, hingga pelaksanaan. Saat ini
gladi bersih dilaksanakan di jenjang SMP dan Paket B, sementara Paket C sudah
lebih dulu melaksanakan.
“Jadi kita atur
bertahap, agar sekolah bisa benar-benar memastikan kesiapan perangkat dan
jaringan,” jelas Pujianto.
Ia mengatakan,
sebagian besar sekolah di Kukar telah memiliki perangkat yang cukup. Baik
komputer maupun Chromebook sudah tersedia di sekolah penyelenggara. Hal ini
membuat pelaksanaan gladi bersih relatif lancar.
Namun, tantangan
tetap ada di beberapa titik wilayah yang belum memiliki jaringan internet
stabil.
“Kalau semi online,
hasil pekerjaan siswa ditampung dulu di server lokal lalu dikirim ke pusat.
Tapi kalau online langsung, jawaban siswa otomatis terkirim ke server pusat.
Sekolah dengan jaringan bagus sudah memilih sistem online, lebih cepat dan
efisien,” terangnya.
Pujianto juga
menyebut gladi bersih bukan hanya untuk memastikan kesiapan perangkat, tetapi
juga memberi kesempatan siswa beradaptasi. Dengan begitu, mereka tidak lagi
canggung ketika menghadapi asesmen nasional yang sebenarnya. Menurutnya,
simulasi ini menjadi sarana untuk menguji sistem sekaligus kesiapan sekolah.
“Gladi bersih itu
penting, karena di tahap ini akan kelihatan apakah server, jaringan, dan
perangkat sudah berfungsi optimal,” katanya.
Ia menegaskan kembali bahwa gladi bersih dijalankan sesuai jadwal yang ditentukan pusat, tetapi sekolah memiliki fleksibilitas untuk mengatur waktu pelaksanaan.
“Prinsipnya, jangan
sampai sekolah terbebani. Justru gladi bersih ini harus membuat mereka semakin
siap,” pungkasnya. (Adv)